Minggu, 12 Juni 2011

umiku

umi maafkan aku,maafkan aku beserta klemahanku,tbuh kcil ini bergetar hebat dalam linangan air mata saat aku mnulis kata tiap kata kpiluan ini,tapi aku berharap kau tak tau smua ini,smoga kau juga tak tau akan kcewaku hari ini,mi,,,,,,,,,,,,,,,,pluk aku............aku smakin ambruk dalam rasa yang meninggalkan pedih.katakan padaku harus bagaimana aku saat tgak kuat lagi jalani ni,mi aku tak kuasa lwati masa yang tak setia ini,maafkan aku mi aku berbohong lantang pada kumbangku,aku bilang aku tak mrindukan nya dan tak ada cinta lagi d hati ini,apa kau tau mi btapa hancur luluh lantah hati ini saat mengucap smuanya,aku masih mrindukan nya mi aku tak kuasa bohongi hati ini bahwa rasaku masih sempurna,tapi bukankah kau berpesan bahwa aku tak boleh mrusak pagar ayu orang lain,lalu harus bagaimana aku mi,aku tak ingin khilangan dia,aku tak seimbang tanpa dia,mi.............aku sungguh tak kuat lagi,ingin rasanya aku ahiri khidupan ini,aku rindukan abi yang jauh d surga sana,tapi aku takut kau akan menangis saat tak menemukanku lagi,aku takut kau akan mrindukanku saat tubuh kcilku terpendam kaku bersama kamboja yang terlihat manaja,mi aku mncintai dia,rasaku setiaku masih sama meski ia tau,aku bnar bnar kacau,hatiku yang hancur kembali berdarah,maafkan aku mi,maafkan klemahanku,aku mrindukan nya,aku menantinya meski hari ini aku kecewa,aku kcewa mi,mungkin kah ini pertanda bahwa ia memang bnar bukan mlik ku lagi,apakah aku tak pantas bertemu dia lagi,,,,,,,,,,aku takut mi aku takut khilangan dia,tuhannnnnnnnnnnnnnnnnnn.................................permainan apa lagi ini,baru saja aku mnata kpingan hatiku kau hancurkan kembali,*cry*

aku kcewa

kucoba mendamaikan hatiku saat kecewa ini menghantamku,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,aku tenggelam dalam ksunyian ini.

diamku untuk nya

kekacauan ini slalu tak beraturan,dan aku terlihat kejam,mungkin tak seharusnya aku keluar dari persembunyian pngapku dan biarkan aku diam menunggu mati,kejamkah aku yang hadir dalam pagar ayu mreka atau kjamkah mreka yang meluluh lantahkan pagar ayuku,tuhan katakan padaku harus bagaimanakah tbuh kcil ni mrangkak,krinduanku bgtu membuncah,rasaku masih setia tapi aku tak ingin mrusak tunas tunas yang mreka bina dalam ikatan pnuh cinta,aku serba salah,aku susah dan smakin berdarah,mungkin lbih baik aku mundur teratur mnyimpan tiap goresan dalam bingkai khidupan yang mulai kabur,aku tak ingin banyak hati yang terluka,ckup aku ibuku dan mungkin mrtuaku yang berlalu,aku akan pergi dalam ksendirianku dalam pengharapanku meski brujung kaku,ya tak seharusnya aku datang saat bunga d taman hati mreka bermekaran,tak seharusnya aku hadir saat mreka mlukis warna dalam kanvas khidupan mreka,aku mungkin egois mnyebar kegalauan dalam dalam kumbangku yang mulai berlalu,seharusnya aku diam mnyembunyikan patahan patahan hati dan ckup mngukir puisi krinduan d atas sayapku yang retak meski takterbaca,tuhan matikan aku agar aku pergi saja dari khidupan mreka dan ckup aku titipkan ibuku padamu sbagaimana kau titipkan aku pada ibuku,sungguh aku hanya kupu kupu yang tau btapa sakitnya saat sayapku tak lagi mngepak dan aku tak ingin dia yang indah sama sepertiku yang tak mngepak,biarkan ia mngepak bersama kumbangku dan biarkan aku mnatapnya dari persembunyianku,aku mncintai kumbangku dan aku tak ingin mlihatnya galau,andai ia tanya apa pintaku aku hanya ingin dia ajari aku tegak seperti dia,ajari aku membuka pintu hatiku yang terkunci sbagaimana ia dngan mudah mampu membuka pintu hatinya untuk sl;ainku,ajari aku tersenyum skali saja untuk ibuku yang tersayat pilu,aku diam dalam rasaku yang sempurna dalam cinta yang menggelora dan krinduan yang tak tertahan,aku rindu sapaan jeng itu memanjakan tlingaku,aku rindu smuanya dalam diam yang menyakitkan,

Rabu, 08 Juni 2011

surat cinta buat mertuaku yang berlalu



dluar langit mnangis saat jemariku ini mnari di atas huruf yang tak beraturan ni.tlisan dalam prih ni tak kan pernah kau baca,jangankan membacanya mlihatnyapun mungkin kau tak akan pernah terjadi,maafkan aku wahai mertuaku yang berlalu,aku tak punya pilihan lain untuk mengungkap smua kpiluan ini,andai saja aku tau bahwa plukanmu dan kcupanmu akan mnjadi yang trahir untuk ku maka aku tak akan mlepasnya.karna saat ini aku rindu plukanmu itu,metuaku yang berlalu taukah kau akan perih pilu yang mngelayut dalam hatiku.saat gengaman anakmu terlepas dan aku terhempas bersama pagar ayuku yang tak berbekas,bisakah kau ajari aku memahami stiap kekacauan ini,memahami akan khilangan dan juga sayatan yang menyakitkan ini,ibu mertuaku yang berlalu aku tak butuh ibamu tapi sungguh aku rindukan anakmu,tapi apa arti krinduan ini jika jauh d sana anakmu tlah bergenggaman d ngan slainku,aku tak tau apa yang kau rasakan saat anakmu brucap lirih sayup hampir tak terdengar BAHWA IA TLAH BERGENGGAMAN DENGAN ANAK ORANG LAIN LALU APAKAH KAU INGIN IA MNYAKITI HATI ANAK ORANG LAIN,,wahai mrtuaku yang berlalu katakan padaku apa yang kau rasa saat itu?sungguh aku tak ingin kau tersayat sama sepertiku,cukup cukup aku saja yang mrasakan perih ini,aku mohon jangan kau murka pada anakmu atas smua ini,karna slama dia bergenggaman dnganku tak skalipun ia marah padaku,aku rindu klemah lembutan itu meski tlah berlalu,maafkan aku ibi mertuaku yang berlalu aku tak bisa tegar seperti maumu,aku hanya wanita biasa yang akan mnangis saat terluka dan aku hanya tulang rusuk anakmu yang tlah patah,ya patah luluh lantah tak berbenah.wahai mertuaku andai kau mau genggam erat ta ngan kcil ini skali saja pasti aku akan lbih tegar.aku tlah diam dalam pngap hampir staun,dan saat aku kluar dari persembunyianku matahari itu membakarku dngan crita lugu anakmu,23 juni genggaman kami terlepasdan september anakmu tlah berbahagia dngan genggaman lain selainku,sungguh anakmu tertawa saat aku berdarah,apa kau tau sakit ini mlebihi sakit majnun saat khilangan laila untuk slamanya,ibi mertuaku yang berlalu aku rindi belaian malaikat munkar nakir dan biarlah aku terlihat kafir,akupun rindu ayahku yang stia mndekapku dalam pilu,akhhhhhhhhhhhhhhh tidak mertuaku aku hampir mlupakan ibiku yang slalu menangis pilu dalam tiap sujudnya,anakmu tlah mnjadikan mata ibiku seolah sungai kcil yang sesuci air mata surga,wahai mrtuaku yang berlalu saat anakmu blang tak ingin mlukai anak orang pernahkah ia berfikir dia tlah mlukaiku juga ibuku,wahai mertuaku kau sungguh cantik d mtaku.berjanjilah kau akan tersenyum karna aku tak ingin tangismu menghapus kcantikanmu mnjadi sayu,dmi aku yang pernah brada dalam plukanmu dan dmi ibuku yang berduka karna sayatan anakmu berjanjilah kau akan baik baik saja dmi orang orang yang mengasihimu,mertuaku yang berlalu lihatlah kpiluan ini aku mnantumu yang berlalu yang menunggu ajal mnjemput dalam kpiluan ini,,,,,,,,,,,,,,,,,aku menantumu yang berlalu

Minggu, 05 Juni 2011

tempat terahir


meskipun aku d surga,mungkin ku tak bahagia,bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu,lama sudah kau mnemani langkah kaki,di sepanjang perjalanan hidup penuh crita,kau adalah bagian hidupku,dan akupun menjadi bagian dalam hidupmu yang tak terpisah,kau bagaikan angin d bawah sayapku,sendiri aku tak bisa seimbang,apa jadinya bila kau tak d sisi.meskipun aku d surga mungkin aku tak bahagia,bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu,aku ingin kau jadi pendampingku d sana,tempat terahir melabuhkan hidup d keabadian, bila nanti aku khilangan mungkin itu hanya sesaat karna aku yakin kita kan bertemu lagi

MY life is suck


HANCURKAN SESAKNYA KPALAKU INI,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,MATIKAN OTAK KANAN DAN KLUARKAN SMUA ISI OTAK KIRIKU,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,HAPUA SMUA WARNA YANG TERLUKIS DALAM KANVAS KHIDUPANKU,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,AKU HANCUR DENGAN SMUA KLEMAHANKU

surat cinta buat tuhan


aku tau ini bodoh hahahahahah iya tarian jemariku ini terasa bodoh karna tanpa tarian jemari pun tuhan tlah tau apa yang terjadi,tiap tangis tawa dan smuanya adalah khendak nya kekacauan ini juga,TUHAN.............mesti sayatanmu perih tapi aku tau cinta kasihmu slalu ada dalam tiap tangisku,meski aku rapuh dalam sayap yang patah tapi aku yakin kau akan menguatkak aku dngan belaian suciku,,,,,,,,,,,TUHAN,,,,,,,,pecahkan kepalaku ini dan biarkan smua isinya berhamburan dan hilang pula smua knangan yang mnyesak kan ini,,,,,,,,aku tak kuat lagi andai saja aku tidak ingat akan ibu ku ,aku hanya ingin kuat demi ibuku yang pernah bergenggaman dnganku dan mengandungku.TUHAN,,,,,,,,,,,,katakan padaku apa arti ksetiaan ini,,,,,,,,,,,,,,,,akan ksendirianku dalam menjaga diri dan cintaku,,,,,,,,,,TUHANNNNNNNNN,,,,,,,sampai kapan kau akan bermain dngan perasaanku dngan piluku dan nyanyian ksedihanku,,,,,,,,,,sampai kapan rasa ini akan terendap dalam lara yang nyata perihnya,,,,,,,,,aku sungguh lemah,,,,,,,,aku lemah dsini.tempat ini trasa asing untuk ku sdang musim slalu datang dan pergi silih berganti,,,,,,,,,,TUHAN,,,,,,,,aku hanya pecundang yang sembunyi dalam kelam,aku terpaksa sembunyi dalam kpiluan ini,aku pernah mencoba keluar tapi aku smakin ambruk,,,,,,,,,,TUHAN,,,,,,,,,,,,,,,matikan aku meski aku terlihat naif,,,,,,,aku tak kuat lagi jalani smua ini,,,,,,,,,,,sandaranku tlah pergi,,,,,,,,,,,,,,,,,,